NasionalPos.com, California; Kabar mengejutkan datang dari Meta Perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 10 ribu karyawannya. Tindakan ini menyusul pemecatan pada 11 ribu karyawan tahun lalu.
Seperti dilansir dari Variety, CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan kabar PHK terbaru dalam sebuah memo kepada karyawan pada Selasa, 14/3/2023 kemaren. Setidaknya sebanyak 10 ribu karyawan yang diberhentikan merupakan 11,6 persen dari 86.482 karyawan penuh waktu yang dilaporkan Meta pada akhir tahun 2022. Zuckerberg mengatakan Meta juga sedang melakukan pembekuan perekrutan dengan membatalkan sekitar lima ribu posisi pekerjaan terbuka.
“Secara keseluruhan, kami berharap dapat mengurangi ukuran tim kami sekitar 10 ribu orang dan menutup sekitar lima ribu peran terbuka tambahan yang belum kami pekerjakan,” kata Zuckerberg dalam memonya yang dipublikasikan kepada awak media, Rabu, 15/3/2023 waktu setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Zuckerberg, Pada akhir April, Meta akan mengumumkan restrukturisasi dan PHK di divisi teknologinya. Kemudian ini dilanjutkan pada divisi bisnis perusahaan pada akhir Mei, Dalam sejumlah kecil kasus, mungkin diperlukan hingga akhir tahun untuk menyelesaikan perubahan ini.
Zuckerberg berharap dari PHK yang dilakukan akan membuat perubahan organisasi secepat mungkin di tahun ini sehingga dia dapat melewati periode ketidakpastian ini dan fokus pada pekerjaan ke depan.
“PHK dilakukan untuk membangun perusahaan yang lebih ramping, teknis, dan meningkatkan kinerja bisnis kami untuk memungkinkan visi jangka panjang kami,” ucap dia.
Dengan putaran baru PHK, Meta sekarang mengharapkan total beban (expense) tahun 2023 berada di kisaran 86 miliar-92 miliar dolar AS, turun dari 89 miliar-95 miliar dolar AS. Perusahaan mengantisipasi biaya restrukturisasi sekitar tiga hingga lima miliar dolar AS terkait dengan biaya konsolidasi fasilitas, pesangon, dan biaya personel lainnya.
Untuk kuartal keempat tahun 2022, Meta melaporkan pendapatan sebesar 32,17 miliar dolar AS, turun empat persen dari tahun ke tahun. Sementara laba bersih turun 55 persen menjadi 4,65 miliar dolar AS karena biaya membengkak 22 persen dari tahun ke tahun. (*Red/Variety)