Home » Politik » Kunker, Mahyudin Disambut “Salam Satu Jiwa, Arema Salam Satu Jiwa, Indonesia!”

Kunker, Mahyudin Disambut “Salam Satu Jiwa, Arema Salam Satu Jiwa, Indonesia!”

Dame.T 14 Jul 2022 85

NasionalPos.com,Malang Salam khas Malang seperti judul diatas serentak dipekikkan oleh para hadirin saat Wakil Ketua II DPD RI, DR. H. Mahyudin, S.T., M.M. diterima Pemkot Malang yang diwakili Wakil Walikota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko dalam acara Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota DPD RI ke Pemkot Malang, yang berlangsung pada Kamis (14/7/2022).

Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengucapkan selamat datang serta ucapan terima kasih atas kunjungan Wakil Ketua DPD RI Mahyudin yang didampingi para anggota DPD RI yaitu Habib Pangeran Syarief Abdurrahman Bahasyim, S.E, M.M. (Kalsel), Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni, M.Kes (Jabar), Evi Zainal Abidin (Jatim), serta Adilla Azis, S.E. (Jatim).

Sofyan yang bertindak mewakili tuan rumah Pemkot Malang karena Walikota Malang Sutiaji tengah dalam perjalanan menunaikan ibadah Haji, berharap bahwa dengan kunjungan ini maka sinergitas antara Pemkot Malang akan terjalin lebih erat sehingga mempermudah upaya dan perjuangan Pemkot Malang untuk mencapai berbagai tujuan dan visi misinya kedepan.

Baca Juga :  Dra. Hj. Lilis Nuryani: “Kami berdua tahu siapa-siapa yang bekerja dan berperan aktif dalam kemenangan bersama ini,”

Malang sendiri adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur merupakan kota pendidikan terdepan di Indonesia selain DI Yogyakarta yang memiliki +/- 60 PTN dan PTS. Selain itu, Malang Raya sendiri merupakan destinasi wisata utama dengan menguasai 24% pangsa pasar wisata domestik maupun internasional di Provinsi Jawa Timur.

Pemkot Malang berharap bahwa mereka dapat menjalin sinergi yang optimal dari hulu hingga hilir dengan semua pihak termasuk DPD RI agar program2 kerja mereka dapat tereksekusi secara holistik dan berkesinambungan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Mahyudin dalam sambutannya memaparkan tentang fungsi, tugas, wewenang dan kedudukan DPD RI dalam sistem ketatanegaraan. Dimana hakikat berdirinya DPD RI itu adalah untuk kepentingan daerah, agar tidak ada lagi daerah di negara ini yang tertinggal atau merasa ditinggalkan.

Oleh karena itu, sinergitas antara DPD RI dengan Pemerintah di Daerah harus selalu dipupuk dan ditingkatkan demi kemajuan daerah serta berfungsinya lembaga DPD RI secara optimal.

Masalah-masalah yang bersifat mendasar seperti infrastruktur tidak lagi menjadi isu besar karena Malang Raya sendiri sudah memiliki hampir seluruh fasilitas yang dibutuhkan seperti jalanan yang bagus, jalan tol, bahkan bandara. Namun bukan berarti bahwa tidak ada persoalan lain hang harus segera diselesaikan.

Baca Juga :  Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Misalnya kata Mahyudin, adalah soal Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tergolong minim, kepadatan penduduk yang tinggi, serta potensi kemacetan jalan yang tidak sebanding dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan.

Acara kemudian dilanjutkan diskusi kecil sembari makan siang bersama dan membicarakan berbagai alternatif solusi dan support yang dapat diberikan DPD RI kepada Pemerintah Kota Malang.

Mahyudin juga memuji kebiasaan harian Pemkot Malang yang setiap hari pada jam 10.00 pagi mengharuskan diputarnya lagu kebangsaan Indonesia Raya dimana semua PNS maupun tamu yang datang wajib mengambil sikap sempurna. “Luar biasa”, kata Mahyudin.

“Semangat seperti ini patut dicontoh oleh daerah lain untuk terus memupuk jiwa persatuan, kecintaan terhadap tanah air, serta kebhinnekaan,” tegas Mahyudin.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

Ketika Dasco Turun Menjadi Operator Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia NasionalPos.com, Jakarta – Penunjukan Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mungkin dimaksudkan sebagai langkah percepatan. Tetapi dalam perspektif demokrasi, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih serius: mengapa lembaga pengawas kini justru ikut menjadi pelaksana?   Di atas kertas, fungsi DPR sangat jelas: legislasi, …

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Negara, Narasi, dan Ketakutan terhadap Film

Dhio Justice Law

19 Mei 2026

Membaca Pembubaran Pesta Babi dari Perspektif Politik Keamanan Oleh; Ridwan Umar NasionalPos.Com, Jakarta – Pembubaran pemutaran film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah bukan sekadar soal film. Ia adalah cermin bagaimana negara membaca ancaman, mengelola ketakutan, dan mempertahankan legitimasi di tengah era perang narasi. Di zaman modern, negara tidak lagi hanya takut pada senjata. Negara …

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law

17 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang. Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah …

x
x