Home » Headline » FSAB : Kolaborasi Meraih Prestasi di Tahun 2022, Modal Untuk Tahun 2023

FSAB : Kolaborasi Meraih Prestasi di Tahun 2022, Modal Untuk Tahun 2023

dito 31 Des 2022 107

NasionalPos.com, Jakarta– Ancaman pandemi Covid-19 nampaknya sudah berakhir di akhir tahun 2022 ini, yang ditandai dengan secara resmi Pemerintah mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkait pandemi Covid-19 pada Jum’at, 30 Desember 2022, sehingga pergerakan sosial telah semakin longgar. Kegiatan perayaan Natal 2022 dan menyongsong tahun baru 2023 juga telah berlangsung sebagaimana dalam situasi normal.

Selain kondisi tersebut, tentu yang paling berkesan di masyarakat, termasuk di dunia internasional pada tahun 2022 adalah penyelenggaraan G20 yang telah berlangsung dengan lancar dan sukses, serta memperoleh pujian dari seluruh Peserta G20. Keberhasilan penyelenggaraan event International itu membawa dampak luar biasa bagi bangsa Indonesia, dan capaian tersebut merupakan hasil kerjasama dari Lembaga Negara dan berbagai komponen masyarakat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada wartawan, Jum’at, 30/12/2022 kemaren di Jakarta.

“Apabila dicermati, di sepanjang tahun 2022 sudah nampak semangat kolaborasi dan sinergisitas antar Lembaga Negara yang semakin kuat dan berdampak positif bagi kemajuan Indonesia” ungkap Suryo Susilo.

Menurut Suryo, sukses bangsa Indonesia melampaui masa kritis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kemudian mampu bangkit melakukan pemulihan di berbagai sektor, terutama di sektor perekonomian, sehingga dapat menciptakan situasi keamanan dan ketahanan negara yang kondusif; Hal tersebut merupakan hasil kerja nyata dari suatu jalinan kolaborasi maupun sinergitas dari Lembaga Negara dan seluruh lapisan masyarakat; dan tentunya perkembangan positif yang telah dicapai di tahun 2022 ini dapat semakin ditingkatkan dan dimassifkan dalam semangat persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi tahun 2023 yang juga merupakan momentum bagi persiapan terselenggaranya Pemilu 2024 mendatang.

“Untuk menghadapi fenomena sosial politik yang bakal terjadi di tahun 2023 sebagai tahun politik, menyambut penyelenggaraan pesta demokrasi di tahun 2024, sudah tentu persatuan, kolaborasi maupun sinergisitas itu bukan hanya suatu keharusan, melainkan menjadi kebutuhan dalam menghadapi berbagai situasi di tahun 2023, agar permasalahan yang terjadi terutama di bidang politik dan hukum, serta ketidakadilan tidak berkembang menjadi penyebab terjadinya konflik, baik vertikal maupun horizontal” tukas Suryo Susilo.

Hal senada juga disampaikan Faisal Saleh Sekretaris Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan intinya pada bidang ipoleksosbud dan hukum di tahun 2022 ini boleh dibilang relatif cukup baik, meskipun terjadi dinamika yang memicu fenomena yang bisa menjadi suatu konflik, sehingga seringkali terjadi perbedaan pendapat, persepsi maupun sikap dalam menyikapi suatu persoalan, dan itu wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di setiap tahun perjalanan suatu negara, pasti diwarnai konflik, nah tinggal bagaimana mengelola konflik itu menjadi sesuatu yang tidak memicu konflik yang lebih besar, kalau ada api yang harus segera dipadamkan, jangan biarkan api itu membesar sehingga menimbulkan bencana kebakaran”ucap Faisal Saleh kepada wartawan, Jum’at, 30/12/2022 kemaren di Jakarta

Baca Juga :  Tolak Cawe Cawe Kemenaker Terhadap Ojol, KON Desak Noel mundur sebagai Wamenaker."

Namun demikian, lanjut Faisal, terlepas semua itu, ada kebanggaan tersendiri yang muncul di masyarakat, bahwa Bangsa Indonesia telah melalui masa kritis saat diterpa pandemi Covid-19, sehingga Bangsa Indonesia dapat pulih bangkit kembali bahkan menjadi bangsa yang mampu tampil di dunia International. Nah, sekarang untuk menyambut tahun 2023 yang nampaknya akan lebih dinamis dari tahun 2022, meskipun sebenarnya boleh dikatakan banyaknya ketidakpastian, apalagi ditambah dengan semakin dekatnya Pemilu, maka tentunya suasana bermasyarakat bakal cenderung diramaikan oleh hadirnya kompetisi para peserta pemilu.

“Ya, harapannya tentu kita tujukan kepada penyelenggara negara, para pembuat keputusan di pemerintahan dan para penegak hukum. Mereka harus benar benar menunjukkan kenegarawanan nya dalam situasi yang makin dinamis ini” tukas Faisal Saleh.

Ia juga berharap walaupun kompetisi dalam suasana menjelang Pemilu itu wajar tapi kepentingan negara dan bangsa harus diutamakan bukan sekedar ‘lip service’ saja, bukan hanya itu, dalam bidang ekonomi yang relatif baik ini harus dijaga sambil terus ditingkatkan taraf hidup masyarakat secara luas, sehingga kesenjangan kemiskinan tidak boleh mencolok, Yang kedua rakyat secara umum harus lebih dewasa dan tidak mudah dipancing. Sudah pasti medsos adalah alat utama saat ini untuk dipakai mengadu domba, menyebar berita ‘hoax’ atau berita yang membuat suasana makin panas,
Selain itu, dirinya, juga berharap tahun 2023 ini dapat dilalui dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan maupun keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga dalam tahun Pemilu 2024 nanti dapat dilalui dengan penuh kesejukan, kedamaian dan sukacita.

Baca Juga :  Program KONFLIK !! Dinas Kominfo Di Tuding Hamburkan Ratusan Juta Rupiah Buat Plesiran Bareng Oknum Wartawan

Sementara itu, Anne Sarjono anggota FSAB Muda, ketika dihubungi pers, ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia sudah semestinya mengumandangkan rasa syukur, karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia, dan merupakan pukulan berat bagi ekonomi di dalam negeri Indonesia, dapat diatasi. Di balik wabah ada hikmah dan bahkan ada berkat. Indonesia saat ini dapat bertahan, dan bahkan dalam beberapa hal, dapat mengoptimalkan berbagai potensi untuk bangkit memperbaiki keadaan, serta dapat segera mewujudkan cita-cita berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia, yang tercantum dalam UUD’45.

“Kita termasuk negara dengan tingkat inflasi yang terjaga, relatif rendah di 5,95%, dan perkembangan positif lainnya mudah-mudahan jadi bekal yang bagus menyongsong tahun 2023 dan 2045 tahun Indonesia emas.

Perjuangan belum selesai karena masih banyak tujuan kemerdekaan yang belum tercapai, karena itu semua pihak harus berjuang bersama-sama, dan tentunya kehadiran penyelenggara negara sangat dibutuhkan” ucap Anne Sarjono saat dihubungi pers, Jum’at, 30/12/2022 kemaren di Jakarta

Menurut Anne, selain kehadiran negara sangat diperlukan dalam dinamika kehidupan masyarakat, kehadiran generasi muda juga harus diberdayakan dan terus dipupuk agar dapat berdaya guna berdaya saing, dan tentunya memiliki sikap untuk tidak mewariskan konflik serta tidak membuat konflik baru. Selama tahun 2022 ini peran generasi muda telah banyak berkontribusi untuk kemajuan negeri ini, itu patut diapresiasi, kemudian dibina dan dikembangkan potensi yang dimilikinya sehingga dalam menyambut Tahun Politik di tahun 2023, keberadaan generasi muda diharapkan dapat berkarya, mandiri dan tidak di intervensi oleh siapapun, serta tidak mudah terbawa arus konflik, baik konflik lama maupun konflik yang diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak ingin anak muda dapat berperan secara menyeluruh dan berkarya bagi bangsa ini.

“Ya, Apapun yang terjadi di Tahun 2022, yang membanggakan perlu ditingkatkan, sedangkan sesuatu yang belum tuntas, belum beres menjadi bahan evaluasi agar dapat segera dituntaskan dan dibereskan, dan di tahun 2023 hal-hal yang dapat memicu konflik dapat dicegah; dan dari semua itu, kata kuncinya adalah bagaimana anak muda dapat berkontribusi dalam memperkokoh persatuan sebagai modal bersama dalam menyongsong tahun 2023, tahun politik yang rawan terhadap konflik” pungkas Anne Sarjono.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

x
x