Home » Headline » Pemprov DKI Jakarta Dihimbau Jangan Ada Larangan Takbir keliling, Tapi Tertibkan Penyalahgunaan Petasan Di Bulan Suci Ramadhan

Pemprov DKI Jakarta Dihimbau Jangan Ada Larangan Takbir keliling, Tapi Tertibkan Penyalahgunaan Petasan Di Bulan Suci Ramadhan

dito 10 Apr 2023 104

NasionalPos.com, Jakarta– Bermain petasan hingga kembang api sudah jadi tradisi bagi masyarakat, termasuk anak-anak saat menyambut hari besar seperti bulan Ramadan dan juga hari Lebaran. Namun, tak jarang petasan membawa petaka bagi orang-orang yang memainkannya, khususnya anak-anak.

Petasan dan kembang api merupakan permainan berdaya ledak rendah. Jika digunakan dengan benar, petasan cenderung tidak berbahaya. Meski demikian, Damuri Fikri Pemerhati Sosial ini menilai, petasan mesti dimainkan dalam batasan tertentu, misalnya dalam malam takbiran, itu bisa digunakan untuk memeriahkan takbiran menyambut datangnya hari Raya Idul Fitri.

“Dalam hal ini, permainan petasan bisa saja dilakukan, selama didampingi orang dewasa, dilakukan di tempat aman, jauh dari keramaian, dan ada batasan usia tertentu, misalnya tidak untuk anak-anak di bawah usia 7 tahun,” Ungkap Damuri kepada pers, Senin, 10/4/2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Warga Acungi Jempol, Kinerja SDA Jaktim Bangun Saluran Air di Tiga Lokasi Berbeda

Selain itu, lanjut Damuri, keberadaan petasan dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memicu terjadinya tawuran, hal ini sering terjadi di waktu menjelang sahur maupun saat usai sholat teraweh di bulan suci Ramadhan 1444 H ini, tak jarang tawuran itu, menyebabkan korban jiwa, dan tentunya mengganggu kamtibmas dan kenyamanan umat yang sedang menjalankan ibadah puasa, tidak hanya itu,

Secara psikologis, bermain petasan dapat menimbulkan bahaya seperti trauma terhadap bunyi yang keras pada anak yang kecil. Selain itu, jika terjadi luka, bermain petasan juga dapat memunculkan rasa bersalah pada anak.

“Bermain petasan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, karena itu, saya mohon kepada PJ Gubernur DKI Jakarta menertibkan penjual dan pengguna petasan di DKI Jakarta ini.”tukas Damuri.

Baca Juga :  Upacara Peringatan Rapat Raksasa Ikada ke-77, Di Gelar Pemprov DKI Jakarta

Selain petasan, Damuri menyarankan agar anak dapat mengisi Ramadan dan hari raya Idulfitri dengan aktivitas yang menyenangkan dan produktif. Pilihlah permainan yang mengasah ketekunan, kesabaran, melatih negosiasi, pengambilan keputusan, keterampilan sosial, dan meningkatkan pengetahuan anak. Misalnya, permainan scrabble, uno, monopoli, membaca buku, kesenian, dan olahraga

“Ya, saya sangat berharap kepada Pemprov DKI Jakarta, memberikan rasa aman dan nyaman melalui menertibkan siapapun yang menggunakan petasan untuk mengganggu kekhuyukan ibadah puasa di Bulan Ramadhan ini, kepada orang tua , mari cegah anaknya untuk bermain petasan, namun demikian saya sangat berharap agar pemprov DKI Jakarta tidak melarang kegiatan takbiran keliling untuk menyambut hari Raya Idul Fitri.”pungkas Damuri

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

LA Connextion Kupas Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekelompok masyarakat yang pernah berkuliah di berbagai kampus di Kota Los Angeles dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat, menggelar Talkshow, Rabu 20 Mei 2026 lalu di peringatan hari Kebangkitan Nasional di ruang Jimbaran hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Acara ini di hadiri sebanyak 85 orang peserta Saat ini pada umumnya mereka yang …

Ketika Dasco Turun Menjadi Operator Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia NasionalPos.com, Jakarta – Penunjukan Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mungkin dimaksudkan sebagai langkah percepatan. Tetapi dalam perspektif demokrasi, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih serius: mengapa lembaga pengawas kini justru ikut menjadi pelaksana?   Di atas kertas, fungsi DPR sangat jelas: legislasi, …

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

x
x