Home » Headline » Di Awal Bulan Februari 2023, Menlu Turki akan Bertemu Menlu Suriah

Di Awal Bulan Februari 2023, Menlu Turki akan Bertemu Menlu Suriah

dito 13 Jan 2023 92

NasionalPos.com, Istambul- Diperoleh informasi yang dilansir dari Reuters, yang menyebutkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan ia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad pada awal Februari. Ia membantah laporan keduanya dapat bertemu pekan depan.

Pertemuan itu akan menandai pertemuan tingkat tertinggi antara Ankara dan Damaskus sejak perang Suriah tahun 2011. Pertemuan ini juga akan menandakan hubungan kedua negara mulai mencair.

Turki yang merupakan anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memainkan peran besar dalam konflik di Suriah dengan mendukung lawan Presiden Bashar al-Assad dan mengirimkan pasukannya ke Utara. Presiden Rusia Vladimir Putin, sekutu utama Assad  sudah mendesaknya rekonsiliasi dengan Ankara.

Baca Juga :  Bak Pepatah Habis Manis Sepah Tak Terpakai, Tak Satupun Putra-Putri Dayak Masuk di Kabinet Prabowo-Gibran?”

Dalam siaran langsung Cavusoglu mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan. Tapi pertemuan “akan segera mungkin.”

Pejabat pemerintah Turki mengatakan pertemuan itu dapat dijadwalkan pertengahan pekan depan. Tapi Cavusoglu mengatakan pertemuan tidak akan digelar secepat itu.

“Sudah kami katakan sebelumnya terdapat usulan untuk tanggalnya pekan depan tapi tidak cocok dengna kami, dapat digelar awal Februari, kami sedang mengerjakan tanggalnya,” kata Cavusoglu, Jumaat,13/1/2023 waktu setempat.

Menteri Pertahanan Turki dan Suriah menggelar pertemuan di Moskow bulan lalu membahas keamanan di perbatasan dan isu lainnya. Pekan lalu Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan ia mungkin bertemu Assad usai pertemuan trilateral menteri luar negeri.

Baca Juga :  Demi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba & Lantaran KB Suami Karenina Tak Kunjung Di periksa, Praktisi Hukum Bakal Somasi Polri

Konflik di Suriah yang menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan lainnya mengungsi dan menarik kekuatan regional dan dunia sudah memasuki dekade kedua. Meski pertempuran mulai mendingin.

Dengan dukungan dari Rusia dan Iran, pemerintah Assad menguasai kembali sebagian besar wilayah Suriah. Pasukan oposisi yang didukung Turki masih menguasai kantong-kantong di barat daya dan pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat (AS) juga menguasai wilayah di dekat perbatasan Turki.

Washington tidak mendukung negara-negara lain memperbaiki hubungan dengan Assad. AS bermitra dengan Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin etnis Kurdi termasuk milisi YPG dalam perang melawan ISIS di Suriah.

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x