Home / Headline / Internasional / Politik

Jumat, 13 Januari 2023 - 10:46 WIB

Di Awal Bulan Februari 2023, Menlu Turki akan Bertemu Menlu Suriah

NasionalPos.com, Istambul- Diperoleh informasi yang dilansir dari Reuters, yang menyebutkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan ia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad pada awal Februari. Ia membantah laporan keduanya dapat bertemu pekan depan.

Pertemuan itu akan menandai pertemuan tingkat tertinggi antara Ankara dan Damaskus sejak perang Suriah tahun 2011. Pertemuan ini juga akan menandakan hubungan kedua negara mulai mencair.

Turki yang merupakan anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memainkan peran besar dalam konflik di Suriah dengan mendukung lawan Presiden Bashar al-Assad dan mengirimkan pasukannya ke Utara. Presiden Rusia Vladimir Putin, sekutu utama Assad  sudah mendesaknya rekonsiliasi dengan Ankara.

Baca Juga  Update Data Corona (29/3/2022) Jumlah Pasien Positif 6.005.646 Orang dan Meninggal 154.882 Orang

Dalam siaran langsung Cavusoglu mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan. Tapi pertemuan “akan segera mungkin.”

Pejabat pemerintah Turki mengatakan pertemuan itu dapat dijadwalkan pertengahan pekan depan. Tapi Cavusoglu mengatakan pertemuan tidak akan digelar secepat itu.

“Sudah kami katakan sebelumnya terdapat usulan untuk tanggalnya pekan depan tapi tidak cocok dengna kami, dapat digelar awal Februari, kami sedang mengerjakan tanggalnya,” kata Cavusoglu, Jumaat,13/1/2023 waktu setempat.

Menteri Pertahanan Turki dan Suriah menggelar pertemuan di Moskow bulan lalu membahas keamanan di perbatasan dan isu lainnya. Pekan lalu Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan ia mungkin bertemu Assad usai pertemuan trilateral menteri luar negeri.

Baca Juga  Prabowo Lebih Terhormat Jika Berada sebagai Oposisi

Konflik di Suriah yang menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan lainnya mengungsi dan menarik kekuatan regional dan dunia sudah memasuki dekade kedua. Meski pertempuran mulai mendingin.

Dengan dukungan dari Rusia dan Iran, pemerintah Assad menguasai kembali sebagian besar wilayah Suriah. Pasukan oposisi yang didukung Turki masih menguasai kantong-kantong di barat daya dan pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat (AS) juga menguasai wilayah di dekat perbatasan Turki.

Washington tidak mendukung negara-negara lain memperbaiki hubungan dengan Assad. AS bermitra dengan Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin etnis Kurdi termasuk milisi YPG dalam perang melawan ISIS di Suriah.

 

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Matheus Joko Santoso

Headline

Sudah Divonis, Dua Mantan Anak Buah Juliari Jadi JC Kasus Korupsi Bansos Covid-19
hacker

Headline

Jepang Tuding China, Korut dan Rusia Ancaman Keamanan Siber
Immanuel Ebenezer

Headline

KAHMI Jaya Polisikan Ketua Jokowi Mania
Mahathir Mohamad

Headline

Mahathir Ajukan Mosi tidak Percaya Kepada PM Malaysia
Kabinet Jokma

Headline

Presiden Jokowi dan Para Menteri Tes Virus Corona
RUMAH 2

Headline

Canangkan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas, Kementerian PUPR Latih 3 Ribu Tenaga Kerja Manajemen Konstruksi
Fadli Zon

Headline

Fadli Zon : Calling Visa Untuk Israel Tak Sesuai Politik Luar Negeri Indonesia
PSBB Jakarta

Headline

Polda Metro Jaya Putar Balikkan 18.708 Kendaraan Menuju Jakarta