Home » Ekonomi » Di Bisnis Transportasi Online, Skema Kemitraan Berprinsip Simbiosis Mutualisme Lebih Tepat Daripada Skema Langganan atau skema Pekerja

Di Bisnis Transportasi Online, Skema Kemitraan Berprinsip Simbiosis Mutualisme Lebih Tepat Daripada Skema Langganan atau skema Pekerja

dito 18 Jun 2025 260

Nasionalpos.com, Jakarta-

Grab Indonesia membuka peluang untuk mengubah skema kemitraan dengan para mitra pengemudi ojek online (ojol), dari sistem pemotongan komisi menjadi sistem langganan aplikasi.

 

Skema tersebut memungkinkan pengemudi membayar biaya tetap harian atau mingguan untuk menggunakan aplikasi, tanpa dikenakan potongan dari setiap tarif perjalanan, demikian di sampaikan kata Neneng dalam diskusi bersama media di Kembang Goela, Jakarta Selatan, Jumat malam (13/6/2025).

 

Menanggapi hal tersebut, Ella Paguyuban Penggunaan Jasa Transportasi Digital kepada wartawan, ia mengatakan bahwa Model langganan ini memang sebelumnya telah diterapkan oleh sejumlah platform ride-hailing di India. Berdasarkan laporan The Economic Times, Uber di India baru-baru ini menghapus sistem komisi bagi pengemudi bajaj (auto rickshaw) dan menggantinya dengan biaya langganan.

 

“Bagi pengemudi transportasi online, skema langganan aplikasi mungkin saja akan terlihat menguntungkan. Apalagi jika aturan terkait potongan komisi hingga 20 persen dihapuskan,” ucap Ella kepada wartawan, Rabu, 18/6/2025 di Jakarta.

 

Tapi, lanjutnya, dengan sistem langganan adanya beberapa risiko struktural terhadap para pengemudi, seluruh risiko pendapatan yang berpotensi sepenuhnya ditanggung oleh pengemudi. Ia mencotohkan, misalnya, ketika kondisi cuaca buruk dan jumlah permintaan pelanggan menurun. Ini akan sangat mungkin membuat pendapatan pengemudi merosot tak peduli mereka mereka sudah membayar biaya langganan dalam jumlah tertentu.

Baca Juga :  Bukti Transaksi Keuangan Kasus Korupsi Rumah Jabatan DPR, Disita KPK

 

misalnya, imbuh nya, ketika kondisi cuaca buruk dan jumlah permintaan pelanggan menurun. Ini akan sangat mungkin membuat pendapatan pengemudi merosot tak peduli mereka mereka sudah membayar biaya langganan dalam jumlah tertentu.

 

“Karena sistem kerja tetap dikendalikan algoritma platform, pengemudi tidak bisa betul-betul ‘mandiri’. Mereka tidak tahu bagaimana order dibagikan, bagaimana performa diukur, atau bagaimana sistem penalti bekerja,” papar Ella

 

Ella juga mengungkapkan bahwa Ide model langganan ini adalah bagian dari perusahaan platform untuk mengelak dari tekanan yang semakin kuat.

Agar persentase potongan platform diturunkan menjadi maksimal 15 persen, untuk menciptakan kondisi kerja adil, guna menghindar dari tekanan tersebut, maka ide langganan muncul, skema langganan aplikasi untuk pengemudi transportasi online sebenarnya tak jauh berbeda dengan dengan biaya sewa aplikasi maupun potongan komisi.

 

“Jadi, skema ini hanya akal-akalan dari perusahaan aplikasi untuk menghindari pelanggaran biaya potongan aplikasi,” tukas Ella.

 

Menurut Ella, kalau bicara skema yang tepat bagi ojol adalah bukan skema langganan dan juga bukan skema komisi, tapi tepat adalah skema kemitraan yang di terapkan secara benar, yakni antara driver ojol dengan perusahaan aplikator itu sama sama punya modal.

Baca Juga :  Prediksi TB Hasanuddin Soal Pergantian Panglima TNI-KASAD

Maka terjalin lah kerjasama untuk mengelola bisnis transportasi online ini, kemudian semua di tanggung bersama, artinya di sini tidak ada sewa aplikasi bagi driver ojol sebagai mitra, tapi beban sewa aplikasi itu di berikan kepada pengguna jasa transportasi dan biaya tarif jasa hantaran barang atau manusia, nah, selanjutnya hasil itulah yang di bagi antara driver ojol dengan perusahaan aplikator.

 

” Ini kan aneh, sebagai mitra kok di kenakan biaya aplikasi, padahal tanpa driver ojol, aplikasi itu tidak bisa di gunakan, begitu pula nggak ada aplikasi, pengendara ojek tidak dapat customer, itulah hubungan kemitraan berprinsip simbiosis mutualisme yang mesti di terapkan, bukan kemitraan yang di manipulasi sebagai alat menindas, jangan pula di manipulasi untuk meraup keuntungan sebesar besarnya tapi merugikan pihak Driver ojek online sebagai mitra nya, sangat wajar kalau kami sebagai pengguna jasa transportasi online membayar sewa aplikasi, karena tanpa aplikasi, kami tidak bisa memanfaatkan transportasi ojek online, yang murah dan cepat “tandas Ella

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x