Home » Headline » Gubernur Anies Resmikan Revitalisasi Pelabuhan Angke

Gubernur Anies Resmikan Revitalisasi Pelabuhan Angke

dito 03 Okt 2022 65

NasionalPos.com Jakarta Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta dalam benerapa tahun terakhir mengintensifkan prmbangunan fasilitas yang setara dan adil untuk warga Kepulauan Seribu. Di antaranya pembangunan Jakgrosir untuk pemenuhan kebutuhan pokok yang setara dengan daratan, pengadaan air bersih, dan pengelolaan limbah sehingga pulau menjadi bersih dan nyaman. Selain itu pembangkit listrik juga berdasarkan solar bertenaga matahari, serta pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Pelabuhan Muara Angke bukan hanya menjadi penghubung bagi warga di Kepulauan Seribu dengan warga di daratan Jakarta, melainkan juga menjadi simbol kesetaraan bagi warga Kepulauan Seribu untuk menikmati fasilitas yang sama seperti warga di daratan Jakarta. Pelabuhan ini dapat menampung hingga 2.000 orang. Terdapat 2 (dua) jenis kapal yang melayani rute perjalanan menuju Kepulauan Seribu, yaitu Kapal Dinas Perhubungan (Dishub) dengan kisaran harga tiket Rp 44.000-Rp 74.000 dan Kapal Tradisional dengan harga tiket Rp 82.000-Rp 150.000.

Terdapat 3 (tiga) jalur lintasan utama angkutan perairan yang dilayani di Pelabuhan Muara Angke, yakni:

– Lintasan utama jalur pertama, yaitu: Muara Angke – Untung Jawa – Lancang – Tidung

– Lintasan utama jalur kedua, yaitu: Muara Angke – Pari – Pramuka

– Lintasan utama jalur ketiga, yaitu: Muara Angke – Kelapa – Sebira

Sistem tiket penyeberangan elektronik atau e-ticketing tengah dikembangkan untuk memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Seribu. Selain itu, masyarakat juga masih dapat membeli tiket secara tunai melalui loket yang tersedia di pelabuhan. Selain pelabuhan, penyediaan infrastruktur yang semakin baik juga dihadirkan Di Kepulauan Seribu. Pembangunan di Kepulauan Seribu merupakan perwujudan kesetaraan dan keadilan, di mana pembangunan tidak hanya dilakukan di daratan, tetapi juga di lautan dan pulau-pulau kecil. Pembangunan yang telah dilakukan di Kepulauan Seribu yaitu:

Baca Juga :  Aplikasi JAKI Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2022

– Optimalisasi Digital Nomad Island di Pulau Bidadari

– Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO): 10 pulau

– Fasilitas Pengolahan Sampah dan Rumah Maggot: Pulau-pulau berpenghuni (11 pulau)

Guna memfasilitasi seluruh aspek kebutuhan warga Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Jakarta meresmikan revitalisasi Pelabuhan Muara Angke, pada Senin, 3/10/2022

Kehadiran Pelabuhan ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan mobilitas warga Kepulauan ke daratan dan begitu pula sebaliknya, dengan kuantitas yang lebih banyak.

Dalam sambutannya, Gubernur Anies menjelaskan keberadaan Pelabuhan Muara Angke ini merupakan salah satu wujud dari tuntasnya ikhtiar Pemprov DKI Jakarta dalam memfasilitasi seluruh aspek kebutuhan warga Kepulauan Seribu. Dengan demikian hadir keadilan antara warga kepulauan dan daratan, terutama dalam hal mobilitas warga.

“Jakarta adalah sebuah kota yang terdiri dari kawasan daratan dan kepulauan. Karena itu pembangunan di Jakarta harus menjangkau semua. Alhamdulillah sore ini salah satu niat untuk melakukan pembangunan di semua aspek tertuntaskan,” tegas Gubernur Anies, seperti dikutip dari Siaran Pers PPID Pemprov DKI Jakarta, Senin (3/10/2022).

“Terkait dengan mobilitas penduduk di Kepulauan (Seribu), mereka memiliki fasilitas yang setara dengan warga yang tinggal di daratan. Pelabuhan ini fasilitasnya modern, bisa menampung banyak penumpang dan nyaman. Sehingga ini akan bisa membuat intensitas pergerakan penduduk dari Pulau ke Daratan dan sebaliknya meningkat, dan insya Allah meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Baca Juga :  Ini Penyesuaian Layanan Tiga Moda Transportasi di Jakarta

Maka dari itu Gubernur Anies berharap agar Pelabuhan Muara Angke ini dijaga dengan baik. Sebab Pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kepulauan melalui kemudahan untuk mengakses transportasi dari pulau ke daratan. “Ini semua bagian dari membuat Kepulauan Seribu dapat merasakan kemajuan sebagaimana di daratan. Jadi kami bersyukur dan mudah-mudahan fasilitas ini bermanfaat bagi semua,” tandasnya.

Lebih lanjut  revitalisasi terminal pelabuhan seluas 6.700 m2 ini mempunyai beragam fasilitas yang ramah bagi kaum difabel, seperti ramp, lift, eskalator, toilet untuk umum dan disabilitas, tempat parkir yang luas, kantin/pujasera, sistem gate in pintu masuk dengan sistem e-ticketing, taman, kamera cctv, musala, dan ruang tunggu yang luas dan nyaman untuk 800 (delapan ratus) orang, layar informasi keberangkatan.

– Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): Pulau-pulau berpenghuni (11 pulau)

– JakGrosir – Pulau Tidung Kecil

– Pembangkit Listrik Tenaga Surya – Pulau Sebira

– Sekolah: Pulau-pulau berpenghuni (10 pulau)

– RSUD – Pulau Pramuka

– PLTS 400 kWp di Pulau Sebira

– Taman/RTH: di Pulau Tidung dan Pulau Lancang

– JakWIFI: 7 pulau, 52 titik.

“Kami berharap fasilitas ini dijaga dengan baik dan harapannya fasilitas ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan. Karena kita tahu selama beberapa tahun program di Kepulauan Seribu komprehensif,” pungkas Gubernur Anies (*dit)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x