Home » Headline » Gustavo Petro Terpilih dan Dilantik Sebagai Presiden Kolombia Pertama Dari Sayap Kiri

Gustavo Petro Terpilih dan Dilantik Sebagai Presiden Kolombia Pertama Dari Sayap Kiri

dito 07 Agu 2022 125

Nasionalpos.com, Bogota; Diperoleh informasi yang dilansir dari media Nasional maupun Lokal di Republik Kolombia, yang menyebutkan Gustavo Petro terpilih sebagai Presiden Kolombia pertama dari sayap kiri. Pemilihnya berharap ia dapat melaksanakan reformasi ekonomi dan sosial ambisius untuk mengurangi kekerasan dan kesenjangan di negara tersebut.

Petro yang mantan anggota gerilyawan M-19 akan dilantik di Bolivar Plaza di Bogota, pada Ahad (7/8/2022) sore waktu setempat. Ketua Senat Roy Barreras akan melantiknya di hadapan 100 ribu orang termasuk Raja Spanyol Felipe VI, sekitar sembilan Presiden negara Amerika Latin, dan warga Kolombia yang Petro undang.

Aktivis lingkungan Francia Marquez menjadi perempuan Afro-Kolombia pertama yang menjadi wakil presiden. Petri mengatakan prioritas pertamanya sebagai presiden adalah memerangi kelaparan di negara yang dihuni 50 juta orang itu. Hampir setengah populasinya hidup di garis kemiskinan.

Baca Juga :  Konsolidasi Pemuda Panca Marga, Kedepankan Generasi Muda Sebagai Pemimpin Organisasi dan Bangsa

Reformasi pajak senilai 5,8 miliar dolar AS yang dipresentasikan Menteri Keuangan baru Jose Antonio Ocampao di Kongres akan menaikkan pajak pendapatan tinggi. Pajak itu akan digunakan untuk mendanai program-program sosial.

“Saya juga gugup menjadi presiden,” kata Petro saat menjawab pertanyaan  seorang mahasiswa di almamaternya Externado University di Bogota baru-baru ini.

Petro berjanji menggratiskan pendidikan tinggi dan layanan kesehatan. Ia membangun koalisi sayap kiri dan moderat di Kongres untuk meloloskan agendanya. Ia berjanji mereformasi program pensiun dan menahan pengembangan minyak baru, langkah yang membuat investor gelisah walaupun Petro menunjuk Ocampo yang merupakan pejabat lama duduk di kursi menteri keuangan.

Baca Juga :  Ketua DPR RI Puan Maharani Terima Gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Pukyong National University (PKNU), Korsel

Mantan wali kota Bogota itu juga berjanji menghidupkan kembali negosiasi damai dengan pemberontak National Liberation Army (ELN) dan memberlakukan perjanjian damai 2016 yang ditolak mantan anggota gerilyawan FARC. Menteri luar negerinya mengatakan pemerintah akan menggelar dialog dengan kelompok bersenjata. Kemungkinan akan mengurangi hukuman bagi yang memberikan informasi mengenai penyelundupan narkoba.(*red)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x