Home » Politik » INMIND Gelar Forum Group Discussion Bertajuk “Moderasi Beragama Demi Terciptanya Pemilu Damai 2024”

INMIND Gelar Forum Group Discussion Bertajuk “Moderasi Beragama Demi Terciptanya Pemilu Damai 2024”

dito 22 Des 2023 136

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Hotel Horison Grand Serpong pada hari Rabu 20 Desember 2023 kemaren,  Institut Moderasi Indonesia (INMIND) menyelenggarakan Forum Group Discussion Bertajuk “Moderasi Beragama Demi Terciptanya Pemilu Damai 2024,

Adapun maksud diselenggarakannya forum diskusi ini adalah untuk memperkuat nilai moderasi dan membangun kembali konteks toleransi beragama sebagai perwujudan kerukunan di Indonesia melalui gagasan Islam Wasathiyah.

Islam Wasathiyah dimaknai sebagai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin; rahmat bagi seluruh alam. Islam Wasathiyah adalah ‘Islam Tengah’ untuk mewujudkan khairu ummah; ummat terbaik. Dimana salah satu dari ciri-cirinya adalah toleransi (tasamuh).

Selama berabad-abad Islam kemudian terus bertumbuh secara damai, ramah, toleran, sampai pada akhirnya di penghujung mileninal ini beberapa kelompok masyarakat hadir dengan wajah Islam yang sebaliknya, keras, dan mengusung semboyan “paling benar sendiri” yang pada gilirannya mengganggu keharmonisan kerukuan umat beragama.

“Toleransi adalah komitmen untuk mencintai kemajemukan, perbedaan, kesatuan ciptaan, dan martabat manusia. “ papar Dr. H. Eno Syafrudien, M.Si. selaku ketua pembina INMIND.

Baca Juga :  DPRD Gelar Rapat Paripurna Pembahasan Subtansi Atas Raperda RTRW

Melihat fakta bahwa banyaknya kekeliruan dan kesalahpahaman mengenai toleransi, FGD ini mengundang stakeholder, pemuka agama dan pengurus INMIND untuk berkontribusi dalam perwujudan kerukunan moderasi beragama.

“Toleransi merupakan bagian dari moderasi, kalau dianalogikan toleransi itu adalah produknya, sementara moderasi adalah prosesnya. Terkait masalah lingkup, toleransi merupakan bagian kecil dari moderasi” tambah Rizaldi Lufti, S.T., M.M., M.Sc., M.Ars.

Acara terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama lebih menekankan dalam menyikapi perbedaan dan sikap toleran, sedangkan sesi kedua lebih menekankan toleransi yang seringkali menjadi alat politisasi agama.

Adapun Sesi pertama pada acara ini membahas 4 fokus isu, yaitu

  1. Bagaimana perwujudan kerukunan dan toleransi beragama yang dapat direalisasikan di era ini dalam menyikapi perbedaan atau kesalapahaman toleransi terhadap wajah Islam sekarang?;
  2. Apakah perlu dibangun kembali sikap toleransi di era sekarang yang mengganggu keharmonisan kerukunan antar umat beragama?;
  3. Bagaimana moderasi beragama melalui sikap toleransi didalam menciptakan kondisi pemilu damai 2024?;
  4. Moderasi beragama yang bagaimanakah dalam menyikapi perbedaan dan sikap intoleran untuk menciptakan pemilu damai 2024.?
Baca Juga :  FGD Uji Examinasi putusan MK Nomor 90/2023 Di Gelar Akademisi Yogyakarta

Sedangkan Sesi kedua membahas 3 fokus isu, yaitu

  1. Melihat bahwa isu agama selalu dilibatkan dalam politik/politisasi agama. Bagaimana seharusnya wajah Islam yang sekarang dalam menyikapi banyaknya diskriminasi, intoleran dan radikalisme dalam moderasi beragama di era saat ini, khususnya untuk menyikapi kondisi politik di Indonesia saat ini?;
  2. Moderasi dalam tradisi agama-agama yang ada di Indonesia memiliki pemaksanaan dan kesakralan bagi pemeluknya. Namun, sering terjadi fanatisme terhadap suatu agama dapat merusak keharmonisan beragama. Bagaimana pandangan setiap pemuka agama melihat fanatisme agama yang dapat merusak keharmonisan beragama di Indonesia?;
  3. Moderasi diposisikan berada di tengah, tidak memihak kanan atau kiri. Namun, pada kenyataannya sering sekali terjadi politisasi agama menjelang pemilu 2024. Praktik dalam membangun dan memperkuat moderasi seperti apa dan bagaimana yang dapat mengantisipasi politisasi agama agar terciptanya pemilu damai 2024.?

Selanjutnya, diharapkan penyelenggaraan FGD ini dapat membangun kembali perwujudan kerukunan toleransi beragama di Indonesia yang selama ini keliru sehingga dapat terciptanya pemilu damai 2024.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

Kongres PMKRI Di Ruteng, Ricuh, Ketua PMKRI Jakpus Di keroyok Hingga Alami Luka Berdarah

dito

25 Jul 2026

NasionalPos.com, Ruteng- Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jakarta Pusat mengecam keras aksi kekerasan dan premanisme yang terjadi di arena Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota /MPA PMKRI yang diselenggarakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya telah terjadi Aksi tidak terpuji yang telah menimpa Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Sdr. Yohanes …

x
x