Home » Politik » INMIND Gelar Forum Group Discussion Bertajuk “Moderasi Beragama Demi Terciptanya Pemilu Damai 2024”

INMIND Gelar Forum Group Discussion Bertajuk “Moderasi Beragama Demi Terciptanya Pemilu Damai 2024”

dito 22 Des 2023 100

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Hotel Horison Grand Serpong pada hari Rabu 20 Desember 2023 kemaren,  Institut Moderasi Indonesia (INMIND) menyelenggarakan Forum Group Discussion Bertajuk “Moderasi Beragama Demi Terciptanya Pemilu Damai 2024,

Adapun maksud diselenggarakannya forum diskusi ini adalah untuk memperkuat nilai moderasi dan membangun kembali konteks toleransi beragama sebagai perwujudan kerukunan di Indonesia melalui gagasan Islam Wasathiyah.

Islam Wasathiyah dimaknai sebagai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin; rahmat bagi seluruh alam. Islam Wasathiyah adalah ‘Islam Tengah’ untuk mewujudkan khairu ummah; ummat terbaik. Dimana salah satu dari ciri-cirinya adalah toleransi (tasamuh).

Selama berabad-abad Islam kemudian terus bertumbuh secara damai, ramah, toleran, sampai pada akhirnya di penghujung mileninal ini beberapa kelompok masyarakat hadir dengan wajah Islam yang sebaliknya, keras, dan mengusung semboyan “paling benar sendiri” yang pada gilirannya mengganggu keharmonisan kerukuan umat beragama.

“Toleransi adalah komitmen untuk mencintai kemajemukan, perbedaan, kesatuan ciptaan, dan martabat manusia. “ papar Dr. H. Eno Syafrudien, M.Si. selaku ketua pembina INMIND.

Baca Juga :  Uji Coba LRT Jabodebek dengan Masyarakat Umum Diundur ke Agustus

Melihat fakta bahwa banyaknya kekeliruan dan kesalahpahaman mengenai toleransi, FGD ini mengundang stakeholder, pemuka agama dan pengurus INMIND untuk berkontribusi dalam perwujudan kerukunan moderasi beragama.

“Toleransi merupakan bagian dari moderasi, kalau dianalogikan toleransi itu adalah produknya, sementara moderasi adalah prosesnya. Terkait masalah lingkup, toleransi merupakan bagian kecil dari moderasi” tambah Rizaldi Lufti, S.T., M.M., M.Sc., M.Ars.

Acara terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama lebih menekankan dalam menyikapi perbedaan dan sikap toleran, sedangkan sesi kedua lebih menekankan toleransi yang seringkali menjadi alat politisasi agama.

Adapun Sesi pertama pada acara ini membahas 4 fokus isu, yaitu

  1. Bagaimana perwujudan kerukunan dan toleransi beragama yang dapat direalisasikan di era ini dalam menyikapi perbedaan atau kesalapahaman toleransi terhadap wajah Islam sekarang?;
  2. Apakah perlu dibangun kembali sikap toleransi di era sekarang yang mengganggu keharmonisan kerukunan antar umat beragama?;
  3. Bagaimana moderasi beragama melalui sikap toleransi didalam menciptakan kondisi pemilu damai 2024?;
  4. Moderasi beragama yang bagaimanakah dalam menyikapi perbedaan dan sikap intoleran untuk menciptakan pemilu damai 2024.?
Baca Juga :  Jazuli Juwaini Kutuk Keras Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Sedangkan Sesi kedua membahas 3 fokus isu, yaitu

  1. Melihat bahwa isu agama selalu dilibatkan dalam politik/politisasi agama. Bagaimana seharusnya wajah Islam yang sekarang dalam menyikapi banyaknya diskriminasi, intoleran dan radikalisme dalam moderasi beragama di era saat ini, khususnya untuk menyikapi kondisi politik di Indonesia saat ini?;
  2. Moderasi dalam tradisi agama-agama yang ada di Indonesia memiliki pemaksanaan dan kesakralan bagi pemeluknya. Namun, sering terjadi fanatisme terhadap suatu agama dapat merusak keharmonisan beragama. Bagaimana pandangan setiap pemuka agama melihat fanatisme agama yang dapat merusak keharmonisan beragama di Indonesia?;
  3. Moderasi diposisikan berada di tengah, tidak memihak kanan atau kiri. Namun, pada kenyataannya sering sekali terjadi politisasi agama menjelang pemilu 2024. Praktik dalam membangun dan memperkuat moderasi seperti apa dan bagaimana yang dapat mengantisipasi politisasi agama agar terciptanya pemilu damai 2024.?

Selanjutnya, diharapkan penyelenggaraan FGD ini dapat membangun kembali perwujudan kerukunan toleransi beragama di Indonesia yang selama ini keliru sehingga dapat terciptanya pemilu damai 2024.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Di duga RHS Bidak Untuk Degradasikan Perlawanan Roy Suryo dkk

dito

17 Mar 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan pemberitaan tentang pertemuan Rismon Haloloan Sianipar dengan Joko Widodo mantan Presiden ke 7 di Solo dan juga bertemu dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang kemudian di lanjutkan dengan pernyataan Rismon memohon maaf berkaitan dengan keterlibatan diri nya atas kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi tersebut . Tentunya informasi tersebut mengundang …

Momentum Kedua Anas Urbaningrum dalam Pentas Politik Nasional

Dhio Justice Law

01 Mar 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Pesta Demokrasi Tanah Air masih tiga tahun lagi, namun publik mencermati mesin politik mayoritas partai politik mulai dipanaskan. Branding partai dan sosok atau figure pun dibangun. Meski ada pesimis dibenak sebagian publik Tanah Air menyaksikan sepak terjang para elit politik yang kerap mengecewakan dan tak …

KOBAR: Pejuang Demokrasi Hingga Misi Kemanusiaan

Dhio Justice Law

26 Feb 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Pada 25 Februari 2026, Komando Barisan Rakyat (KOBAR) genap berusia 11 tahun. Sebagai sebuah organisasi gerakan, perjalanan panjang telah dilalui KOBAR. Ia telah melalui sejumlah fase; Pembentukan, Konsolidasi, ujian internal hingga ujian eksternal. Dalam pengamatan publik, KOBAR pun telah melewati beragam dinamika tak hanya …

Rapat Kepengurusan PKN Jabar 2026 Digelar, Tegaskan Komitmen Dukung Indonesia Emas

Suryana Korwil Jabar

26 Jan 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Pimpinan Daerah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Jawa Barat menggelar rapat pembukaan kepengurusan baru Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Ruko Taman Surya Indah Nomor 151A, Kota Bandung. Senin (26/1/2026). Rapat ini menjadi momentum awal konsolidasi kepengurusan baru PKN Jawa Barat dalam memperkuat …

x
x