Home » Nasional » daerah » Mengubah Tantangan Siber Menjadi Momentum: Bank Jakarta Tetap Pilar Kepercayaan dan Kemajuan Digital

Mengubah Tantangan Siber Menjadi Momentum: Bank Jakarta Tetap Pilar Kepercayaan dan Kemajuan Digital

dito 22 Okt 2025 438

NasionalPos.com, Jakarta-

Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK Repnus) secara tegas menyikapi pemberitaan terkait serangan siber canggih yang menargetkan sistem pembayaran Bank Jakarta (dulu Bank DKI), yang belakangan dikabarkan menyebabkan transaksi anomali melebihi Rp200 miliar, demikian di katakan oleh Ketua Umum FK Repnus, Faisal Nasution kepada wartawan, Rabu, 22 Oktober 2025 di Jakarta.

” Kami mengakui insiden ini sebagai tantangan yang sangat serius, namun juga menyerukan kepada publik untuk melihat fakta secara jernih dan bijak. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar memberikan dukungan konstruktif di masa pemulihan ini.” Ucap Ketua Umum FK Repnus, Faisal Nasution.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti insiden ini bukan sebagai kegagalan tunggal, melainkan sebagai indikasi nyata betapa masifnya ancaman siber global.

 

“Serangan Siber adalah ‘Perang’ Kelas Kakap, Kecepatan Deteksi Adalah Kunci Apresiasi, ada beberapa fakta kunci dan narasi edukatif sebagai bentuk pembelaan dan dukungan kuat kepada Bank Jakarta” tegasnya

 

Di tambah kan oleh Faisal Nasution, bahwa Serangan Siber adalah Ancaman Global, Bukan Kegagalan Unik

Kasus peretasan sistem pembayaran adalah fenomena global yang menimpa institusi finansial terbesar di dunia, membuktikan bahwa tingkat ancaman siber terhadap sektor perbankan sudah mencapai level yang sangat canggih dan terorganisir (sindikat).

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Tumbuh Positif Tanda Membaiknya Pergerakan Ekonomi Nasional

 

‘Kita harus mendidik publik: serangan siber, apalagi yang menargetkan sistem interbank, adalah ‘perang’ kelas kakap yang menimpa hampir semua bank besar. Justru, yang patut diapresiasi adalah kecepatan Bank Jakarta dan regulator (PPATK) dalam mendeteksi anomali, membekukan dana, dan berkolaborasi dengan Bareskrim. ” Tandas Ketua Umum FK Repnus, Faisal Nasution

Lebih lanjut Faisal mengatakan Ini membuktikan bahwa mekanisme respons darurat bank telah bekerja dengan baik. Kita tidak boleh terjebak pada narasi kegagalan, tapi fokus pada bagaimana bank kita bangkit lebih kuat, belajar dari ‘perang’ ini.”

Selanjutnya, menurut Faisal Pembelaan: Dana Nasabah Aman, Kerugian Ditanggung Penuh oleh Bank

Guna menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat, pihaknya juga menegaskan kembali komitmen Bank Jakarta bahwa dana yang terdampak adalah dana settlement atau dana operasional bank, bukan dana tabungan nasabah.

 

“Kami menggarisbawahi: dana nasabah aman dan terlindungi. Kerugian ini sepenuhnya ditanggung oleh bank sebagai risiko bisnis, menunjukkan tanggung jawab penuh manajemen. Masyarakat harus tenang, tidak perlu memindahkan dana, karena keamanan dana individu sama sekali tidak terganggu. Stabilitas kepercayaan nasabah adalah prioritas tertinggi.” Tukas Faisal

Baca Juga :  Rakyat Dukung Gebrakan PJ Gubernur DKI Jakarta Benahi BUMD

 

Faisal juga mengatakan bahwa Momentum Transformasi Total dan Transparansi Mutlak

FK Repnus melihat insiden ini sebagai momentum emas untuk percepatan transformasi digital dan penguatan tata kelola. FK Repnus mendorong Bank Jakarta untuk:

Peningkatan Keamanan State-of-the-Art: Lanjutkan investasi besar-besaran untuk mengadopsi teknologi keamanan siber terbaik dan termutakhir di dunia.

 

Tidak hanya itu, lanjut Faisal diperlukan Transparansi dan Akuntabilitas, melalui langkah menuntaskan investigasi internal dan hukum (termasuk dugaan keterlibatan internal) secara transparan. Kepercayaan publik hanya bisa didapatkan melalui akuntabilitas penuh.

 

Mengakhiri perbincangan dengan wartawan, Faisal Nasution menyampaikan seruan persatuan yang kuat:

 

“Bank Jakarta adalah BUMD kita, pilar kemajuan ekonomi digital Ibu Kota. Saat ini, mereka membutuhkan dukungan konstruktif, bukan penghakiman destruktif. Mari kita kawal proses hukum, dukung perbaikan sistem, dan yakinkan bahwa Bank Jakarta akan menjadikan insiden ini pelajaran berharga untuk menjadi Bank Digital yang lebih tangguh, kokoh, dan berstandar global. Kami siap berada di samping Bank Jakarta dan Pemerintah Provinsi untuk mengawal pemulihan kepercayaan ini.” Pungkas Ketua Umum FK Repnus, Faisal Nasution

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Didukung Berbagai Stakeholder, PMKRI Cabang Jakarta Pusat Optimistis Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres XXXV dan MPA XXXIV Tahun 2028

dito

15 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Keseriusan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus untuk menghadirkan Kongres PMKRI kembali di Jakarta semakin nyata.   Setelah membangun komunikasi dan menjalin audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta, PMKRI Cabang Jakarta Pusat menyatakan optimisme dan kesiapannya apabila dipercaya oleh forum nasional PMKRI sebagai penyelenggara Kongres XXXV …

SLF dan Pansus Parkir DKI: Ujian Integritas Pemerintahan Pramono

Dhio Justice Law

15 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos,com, Jakarta – Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola kota secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar peningkatan pendapatan parkir. Sebab, persoalan parkir tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kepatuhan bangunan terhadap aturan, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik …

Pasal 33 UUD 1945: Pertaruhan Politik Terbesar Prabowo

Dhio Justice Law

13 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Kemenangan politik jauh lebih mudah diraih daripada kemenangan sejarah. Presiden Prabowo Subianto telah memenangkan kontestasi politik. Namun, untuk memenangkan sejarah, ia harus membuktikan satu hal yang jauh lebih sulit: menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kenyataan, bukan sekadar retorika konstitusi. Di sinilah letak …

Usut Tuntas Tragedi Longsornya TPST Bantar Gebang, LSM Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Periksa Agung Pujo Winarko’

dito

13 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Tragedi longsornya bukit sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, yang menewaskan tujuh orang pada Maret 2026 lalu, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.   Hingga kini, proses penegakan hukum dinilai belum sepenuhnya mengungkap seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut, tentunya kondisi tersebut menjadi keprihatinan …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

x
x