Home » Headline » PP PPM Gelar FGD Bertema Menjelmakan Kembali Indonesia Menurut Cita-cita Para Pendiri Bangsa

PP PPM Gelar FGD Bertema Menjelmakan Kembali Indonesia Menurut Cita-cita Para Pendiri Bangsa

dito 16 Mar 2023 90

NasionalPos.com, Jakarta- Untuk menyikapi munculnya keresahan dari masyarakat terhadap situasi perkembangan kehidupan bangsa Indonesia, kekinian, terutama di tahun 2023 yang merupakan tahun politik ini, maka pada hari Kamis, 16 Maret 2023 bertempat di Gedung RRI lantai 2, auditorium Yusuf Ronodipuro, Jl. Medan Merdeka Barat no.4-5, Jakarta Pusat, Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga berkolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar acara FGD (Forum Group Discusion) bertema Menjelmakan Kembali Indonesia Menurut Cita-cita Para Pendiri Bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda Panca Marga Berto Izaak Dako mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari beberapa kali kegiatan yang sudah diselenggarakan oleh PP Pemuda Panca Marga, sebagai sarana mengelaborasi gagasan solusi untuk menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di Negara tercinta ini, adapun Tema FGD kali ini adalah Menjelmakan Kembali Indonesia Menurut Cita-cita Para Pendiri Bangsa, yang merupakan upaya dan kegiatan refleksi bersama oleh sesama anak bangsa yang mencintai negerinya berlandaskan pada pendekatan sejarah (dimensi waktu) dan lingkungan strategis geopolitik (dimensi ruang).

“Kami sangat berharap dengan terselenggaranya FGD ini dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat terutama generasi muda, dan sekaligus juga diharapkan menghasilkan suatu gagasan yang dapat kami sampaikan ke pihak-pihak terkait sebagai bahan masukan sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi Bangsa Indonesia tercinta ini”ucap Ketua Umum PP Pemuda Panca Marga Berto Izaak Dako.

Sementara itu, Direktur Program dan Produksi RRI Mistam, juga mengemukan sambutannya di acara ini, ia mengatakan sangat menyambut baik penyelenggaraan Forum Group Discusion yang di inisiasi oleh PP Pemuda Panca Marga, yang sesuai dengan vissi dan missi RRI, yakni senantiasa merespon berbagai permasalahan kekinian yang terjadi di negeri ini, karena itu RRI menyediakan suatu ruang khusus dalam bentuk acara bertajuk Indonesia Solusi, sebagai wahana diskusi mengupas permasalahan dengan tentunya dibarengi adanya solusi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan kemajemukan bangsa Indonesia.

“ Kami berharap kolaborasi RRI dengan PP PPM dapat terus berlanjut menggelar kegiatan-kegiatan yang tentunya dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara, terima kasih.”ucap Mistam.

Sedangkan pada sambutan tertulis Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri, yang disampaikan Letjen TNI (Purn)Muzani Syukur, menyebutkan bahwa DPP LVRI sangat mengapresiasi penyelenggaraan FGD yang diselenggarakan PP PPM dikarenakan PPM telah berani mengambil posisi di wilayah Solusi bukan di wilayah Masalah, dan telah menunjukkan jati diri sebagai anak veteran yang selalu bersikap kritis dalam nilai-nilai kebaikan, selain itu PPM dinilai sudah mengerti dan memahami mengenai yang terjadi pada negeri ini, demokrasi yang diterapkan saat ini ternyata adalah demokrasi cenderung berjalan kebablasan, bahkan Selama era reformasi telah terjadi amandemen UUD1945 yang sarat dengan muatan politik, untuk itu LVRI mengajak seluruh elemen Bangsa untuk menghentikan upaya amandemen UUD45 jilid lima, semua langkah yang telah ditempuh, sebaiknya di kaji ulang atau Kembalikan UUD45 sesuai aslinya.

Baca Juga :  Butuh Fondasi Kesadaran Etika dan Nurani Untuk Ciptakan Pemilu 2024 Bermartabat

“Saya berharap FGD Indonesia Solusi ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan kegiatan bagi kemajuan dan kejayaan organisasi, PPM harus bisa menjadi pelopor terdepan dalam kegiatan kepemudaan yang bermutu dan bermanfaat bagi bangsa maupun negara.”tukas Letjen TNI (Purn)Muzani Syukur mengakhiri penyampaian sambutan tertulis Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI (Purn) HBL Mantiri, dan sekaligus membuka kegiatan FGD Indonesia Solusi.

Acara FGD yang dipandu Suryo Susilo Sekretaris Wantimpus PP PPM ini menghadirikan pemantik diskusi Dubes Nurahman Orip, serta dua narasumber, yakni Prof Dr Kaelan, MS & Prof Dr Sofyan Effendi, juga nampak dihadiri As’ad Said Ali sendiri adalah Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara, jajaran RRI sedangkan dari PP PPM hadir mantan ketua umum PP PPM Djoko Purwongemboro, Ketua KK PP PPM Saut Arthur Lumbanraja, Faisal Saleh anggota Wantimpus PP PPM, anggota Perempuan PPM, dan juga diikuti sekitar 50 -an orang peserta diskusi.

Dalam paparannya, Dubes Nurahman Orip memulai diskusi ini dengan mengatakan bahwa menjelmakan kembali Indonesia merupakan keniscayaan kondisi prasyarat bagi kelangsungan hidup bangsa dan pemajuan Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 di tengah pusaran pertarungan kepentingan politik strategis global antara adikuasa dan negara-negara adidaya, yang senantiasa mempunyai kepentingan subyektif terhadap Indonesia dan berupaya mencapainya melalui segala siasat dan muslihat masing-masing, hal ini terbukti bahwa pasca pelengseran kekuasaan ORBA ternyata membuka peluang bagi proses amandemen UUD1945, yang over dosis,

“ Sehingga berujung pada pergantian konstitusi Indonesia hasil perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, ditengarai ada intervensi pihak luar negeri dalam proses amandemen UUD 1945”ungkap Dubes Nurahman Orip

Baca Juga :  Kasad Terima Laporan Korps 19 Perwira Tinggi TNI AD, Putra Asli Kutai Raih Bintang

Sementara itu, dalam paparannya, Prof Dr Kaelan, MS mengatakan bahwa dalam proses amandemen 1945 disinyalir menafikan identitas Konstitusi yang salah satunya tidak meminta persetujuan rakyat, sehingga rakyat tidak mengetahui, ketika ternyata 95% isi UUD1945 sudah dirubah, dengan konsepsi bertentangan dengan Pancasila, yakni liberalisme, yang tentunya pemikiran tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh Asing, bahkan keterlibatan asing yang notabene adalah Amerika Serikat dapat dibuktikan saat itu, adanya ahli hukum dari AS yang terlibat dalam pembahasan amandemen 1945 di PAH I BP MPR

“Amandemen UUD 1945 yang telah diubah menjadi Konstitusi 2002 Ini jelas suatu bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat, kedaulatan rakyat di hilangkan dalam konstitusi 2002, bahkan keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, juga dihilangkan, semua isi hasil amandemen UUD1945 itu dihilangkan roh Pancasila, yang menurut pemimpin negara-negara di Dunia ini, Pancasila adalah ideologi terbaik dunia, kok malah dihilang oleh para pengusul amandemen UUD 1945.”tegas Prof Dr Kaelan, MS.

Hal senada juga dikatakan oleh Prof Dr Sofyan Effendy mantan Rektor UGM ini , ia mengatakan bahwa dirinya saat terlibat menjadi Ketua Forum Rektor telah membuat consensus bersama sebanyak 300 Rektor Perguruan Tinggi se-Indonesia, untuk mengingatkan tentang dampak dari amandemen UUD 1945 yang ternyata telah mendesktruksi system ketatanegaraan Republik Indonesia yang sesungguhnya di gali dan bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa terdapat di Pancasila, namun consensus Forum Rektor yang dibuat di Bulaksumur Yogyakarta tahun 2006 silam itu, tidak ditanggapi oleh masyarakat, yang saat itu  masih mengalami eforia reformasi, namun kini apa yang dirinya prediksi tahun 2006 silam tersebut, sekarang terbukti dengan terjadinya  kesemrawutan konstitusi, bahkan terjadi krisis konstitusi akibat dari amandemen UUD 1945 yang menghilangkan roh Pancasila,

“Nah sekarang pilihannya, adalah membiarkan kondisi ini terus berlanjut sehingga nantinya akan membawa kehancuran negeri ini, atau kita melakukan langkah penyelamatan dengan kembali ke UUD1945 melalui jalan konstitusional, yakni bisa melalui Dekrit Presiden, seperti yang dilakukan Bung Karno pada tanggal 5 July 1959 atau melalui Referendum dan juga melalui onvensi sebagai langkah solusi sengkarutnya konstitusi negeri ini, dan sekaligus sebagai upaya menjelmakan kembali cita-cita para pendiri bangsa Indonesia”pungkas Prof Dr Sofyan Effendy

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diduga Minta Uang Damai Rp50 Juta, Anggota Ditresnarkoba Polda Jatim Dilaporkan ke Propam

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Dugaan praktik tangkap lepas dan pemerasan dengan “uang damai” yang melibatkan oknum Ditresnarkoba Polda Jatim kembali mencuat setelah Hp salah satu dari dua orang penyalahguna yang dibawa oknum anggota kepolisian dipakai untuk melakukan kejahatan. Adapun awal mula kejadian tangkap lepas dengan uang damai tersebut terjadi pada hari Kamis, 7 Mei 2026, sekira …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x