Home » Politik » Aktivis NU Soroti Tawaran Program Makan dan Minum Susu Gratis

Aktivis NU Soroti Tawaran Program Makan dan Minum Susu Gratis

dito 12 Des 2023 101

NasionalPos.com, Jakarta-Di masa kampanye pilpres 2024 ini, berbagai tawaran program telah banyak disampaikan oleh para konstestan yakni tiga pasangan capres-cawapres, diantara program yang disampaikan oleh para capres-cawapres tersebut,  terdapat program makan siang gratis dan minum gratis bagi anak-anak usia didik di sekolah yang berada di seluruh wilayah NKRI, dan ternyata program tersebut banyak mengundang polemik di Tengah Masyarakat, berbagai kalangan pun tidak ketinggalan menanggapi program tersebut dengan beragam pendapat, salah seorang yang menanggapi program tersebut adalah Ustadz Damuri Fikri aktivis Nahdatul Ulama berdomisili di Jakarta.

Saat dihubungi wartawan, Damuri Fikri mengatakan bahwa tawaran program makan gratis dan minum susu gratis itu dianggap suatu kegiatan yang diduga merendahkan kemartabatan rakyat, pasalnya program itu menempatkan rakyat pada posisi obyek penderita yang bukan hanya menerima makan maupun minum susu gratis, melainkan juga tidak membebaskan mereka dari beban kemiskinan, pasalnya anggaran sebesar Rp 400 trilyun yang digunakan untuk merealisasikan program tersebut, di duga bakal diambil dari penghapusan berbagai subsidi diantaranya subsidi Pendidikan, subsidi Kesehatan dll, bahkan bisa juga diambil dari hutang luar negeri atau hutang dari para konglomerat

Baca Juga :  Pelantikan DPP Paroki Pemangkat, Uskup Agus Bangga dengan Umat

“Ya, ini persis jargon Orde Baru, rakyat hanya dikenyangkan perutnya saja, tapi isi kepalanya di biarkan kosong, maaf, rakyat hanya dianggap seperti Binatang, hanya di kasih makan doank selesai, sedangkan kebutuhan hidup lainnya di biarkan harganya semakin melambung tinggi, karena tidak adanya subsidi dari negara, rakyat justru semakin terhimpit oleh kemiskinan fisik, psikis serta kemiskinan pemikiran atau bisa dikatakan dibikin bodoh”ungkap Ustadz Damuri Fikri kepada awak media, Selasa, 12/12/2023 di Jakarta.

Selain itu, lanjut Damuri, program pemberian makan dan minum gratis juga tidak dapat menyelesaikan persoalan pencegahan stunting atau kekurangan gizi di kalangan anak-anak usia sekolah, karena diragukan asupan gizinya, dan keberadaan susu yang diberikan juga tidak jelas kualitasnya, sehingga jika hal itu dilaksanakan maka anak-anak yang menerimanya justru menjadi korban pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga :  Anggaran Mahkamah Internasional untuk Investigasi Kasus Palestina Paling Kecil

“Ya, tidak hanya itu, program makan dan minum gratis itu rentan memicu terjadinya korupsi, lemah pengawasannya, misalnya dianggarkan makan dengan nasi telor dan daging sapi, tapi bisa saja realisasinya hanya nasi tempe dan sayur asem, sedangkan misalnya dianggarkan susu murni, tapi realisasinya susu kemasan yang tidak jelas kadar asupan gizinya bagi anak-anak, oleh karena itu, menurut saya sih, para capres-cawapres itu mestinya memberikan program yang edukatif, solutif dan menjadikan rakyat subyek, bukan obyek penderita donk.”pungkas Damuri Fikri.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x