Home / Top News

Rabu, 6 April 2022 - 20:44 WIB

AS Setuju Jual Rudal kepada Taiwan

NasionalPos.com, Jakarta –  Amerika Serikat menyetujui penjualan sistem pertahanan rudal senilai US$95 juta atau Rp1,3 triliun ke Taiwan di tengah tekanan China. Taiwan berharap penjualan segera difinalisasi.

“Usulan penjualan akan membantu mempertahankan rudal dan kepastian operasi udara [Taiwan],” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat pada Selasa (5/4/2022), seperti dikutip AFP.

Menurut pernyataan itu, Taiwan akan menggunakan peralatan itu untuk mencegah ancaman di kawasan dan memperkuat bidang pertahanan.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menyambut kesepakatan penjualan senjata itu. Mereka menyatakan, peralatan tersebut akan membantu mereka melindungi diri dari serangan China yang terus memprovokasi.

“Dalam menghadapi provokasi dan ekspansi militer China, Taiwan harus secara penuh menunjukkan tekad yang kuat untuk mempertahankan diri,” tulis Kemlu Taiwan.

Baca Juga  Untuk Lindungi Data Pribadi, Peradi SAI Bertransfomasi Digital Terapkan Sistem Informasi ADVOKAT

Kemlu Taiwan juga menyatakan, “Pemerintahan kami akan terus memperkuat pertahanan kami dan kemampuan tempur asimetris.”

Mereka memperkirakan kesepakatan itu dapat berlaku efektif dalam jangka satu bulan.

Kesepakatan ini muncul saat Taiwan tengah mengamati perang Rusia-Ukraina yang berkecamuk di Eropa. Belakangan, Taipei juga dianggap terancam diinvasi China.

Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Mereka berulang kali bersumpah untuk merebut wilayah itu suatu hari nanti, bahkan jika perlu dengan paksa.

Beberapa tahun terakhir, Beijing juga meningkatkan provokasinya ke Taiwan.

China mengirim 969 pesawat tempur ke zona pertahanan udara Taiwan pada selama 2021. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding pada 2020 yang hanya mencapai 380.

Baca Juga  Komandan Seskoal Laksda TNI Tunggul Suropati Menyerahkan Bingkisan Lebaran Tahun 2022

Sementara itu, sepanjang 2022 ini, Taiwan telah mencatat sekitar 280 pesawat tempur China memasuki zona identifikasi udara pertahanan negara mereka.

Ancaman yang meningkat itu membuat khawatir negara-negara Barat, juga Korea Selatan, Jepang, hingga Australia.

AS kerap memperingatkan China soal tindakan mereka ke Taiwan, yang mereka anggap sebagai sekutu penting. Selama ini, Washington memang menjadi pemasok senjata penting bagi Taipei.

Australia bahkan sudah mempersiapkan diri dengan mempercepat rencana untuk membeli rudal jarak jauh melihat ancaman yang ditimbulkan Rusia dan China, termasuk potensi invasi ke Taiwan.

“Ada asumsi bahwa tindakan agresi China terhadap Taiwan mungkin terjadi pada 2040-an. Saya pikir sekarang bisa lebih cepat,” kata Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton. (CNN Indonesia.com)

Share :

Baca Juga

Menteri Kesehatan Budi Gunadi

Headline

Pemerintah Butuh 3,5 Tahun Selesaikan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
KPK

Politik

Pansus KPK Minta Lembaga Antirasuah Bentuk Pengawas Eksternal
Mahfud

Headline

Meski Belum Jelas, Mahfud Siap Tanggungjawab Soal Kerumunan Massa Penjemput HRS
Arief Ketua KPU

Headline

Langgar Kode etik, Arief Budiman Dipecat Dari Ketua KPU
Jokowi

Ekonomi

Jokowi Siapkan Stimulus Rp34 Triliun Bagi Nelayan dan Petani
Yuri jubir pemerintah untuk corona

Headline

Update Corona (5/6/2020) Jumlah Pasien Positif 29.521 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.770 Orang
MUI

Headline

MUI Menghargai Pemerintah Menunda Pembahsan RUU HIP
Antasari Azhar

Headline

Antasari Sebut Hoaks Namanya Masuk Calon Dewas KPK