Home » Politik » Dukungan Menguat, Relawan Puan Maharani Muncul di Jawa Barat

Dukungan Menguat, Relawan Puan Maharani Muncul di Jawa Barat

ardi 03 Agu 2022 198

NasionalPos.com,JawaBarat Gelombang dukungan kepada Puan Maharani sebagai capres 2024 terus bermunculan. Terkini, warga di Jawa Barat mendeklarasikan diri sebagai Relawan Pejuang Puan Maharani.

Terdapat tiga kota di Jawa Barat yaitu Kuningan, Tasikmalaya, dan Pangandaran, di Jawa Barat yang mendeklarasikan dukungan kepada Puan. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mendeklarasikan diri menjadi Relawan Pejuang Puan Maharani dengan komitmen mendukung cucu Proklamator kemerdekaan RI tersebut menjadi presiden.

“Bulan kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi momentum yang baik bagi kami untuk mendeklarasikan diri sebagai bagian dari perjuangan mendukung Ibu Puan sukses menjadi presiden melanjutkan kepemimpinan Pak Jokowi,” ujar Syahrul Latif, Koordinator Relawan Pejuang Puan Maharani Jawa Barat, Rabu (3/8/2022).

Menurutnya, spirit bulan kemerdekaan memacu semangat para relawan Puan Maharani untuk bergerak menyosialisikan orang nomor satu di DPR RI itu pada masyarakat di akar rumput.

Baca Juga :  Syukur HUT RI Ke 77, PSI Kabupaten Bursel Bagi Minyak Tanah Gratis Untuk Rakyat

“Ibu Puan ini sosok seorang profesional dan pekerja keras, bukan tipe yang suka pencitraan, tapi lebih menekankan pada hasil kinerja dari tugas yang diembannya. Makanya, kami perlu menyampaikan berbagai hal kepada masyarakat di akar rumput siapa mba Puan ini, dan kenapa layak menjadi presiden,” terangnya.

Deklarasi relawan Pejuang Puan Maharani tersebut, lanjutnya, serentak dihelat pada Minggu 1 Agustus di tiga kota tersebut, dan akan berlanjut di kota-kota lainnya di Jawa Barat. “Deklarasi ini sebagai ikhtiar kami untuk mendukung dan membantu sosok yang kami kagumi, yaitu Ibu Puan. Kami akan terus bergerak demi Ibu Puan,” tegasnya.

Menurutnya, selain sosialisasi, pihaknya juga menyerap aspirasi dari masyarakat untuk disampaikan kepada Puan. “Kami juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi untuk Ibu Puan Maharani, sebab banyak masyarakat Jawa Barat, utamanya wilayah basis PDIP, menginginkan agar Ibu Puan menjadi Presiden meneruskan Pak Jokowi,” katanya.

Baca Juga :  Novel Baswedan dkk minta MK hentikan sementara seleksi capim KPK

Jawa Barat, kata Syahrul basis yang strategis dengan karakter pemilih yang beragam. “Tetapi yang mengagetkan rupanya banyak masyarakat yang antusias mendukung Ibu Puan, tidak lebih dari sebulan ini banyak masyarakat yang berbondong-bondong ingin ikut bergabung ke relawan pejuang Puan,” imbuhnya.

Sementara, salah satu relawan Pejuang Puan Maharani Jawa Barat Dede Komariah mengaku senang bergabung sebagai relawan. “Pengen punya Presiden cantik, dan ternyata baru tahu dari relawan kalau Ibu Puan yang buat Undang-undang bantuan sosial (UU Stabilitas Sistem Keuangan yang membuat pemerintah dapat menggunakan anggaran untuk penanganan pandemi),” katanya.

Ia berharap, penerus perjuangan cita-cita Soekarno itu bisa menjadi orang nomor satu yang akan menakhodai republik ini. “Ya seneng, harapannya Ibu Puan jadi Presiden, biar makmur, apalagi beliau orang baik, bageur,” tegasnya.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pasal 33 UUD 1945: Pertaruhan Politik Terbesar Prabowo

Dhio Justice Law

13 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Kemenangan politik jauh lebih mudah diraih daripada kemenangan sejarah. Presiden Prabowo Subianto telah memenangkan kontestasi politik. Namun, untuk memenangkan sejarah, ia harus membuktikan satu hal yang jauh lebih sulit: menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kenyataan, bukan sekadar retorika konstitusi. Di sinilah letak …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

Ketika Meritokrasi Dipertanyakan dalam Pengangkatan Komisaris BUMN

Dhio Justice Law

29 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengangkatan komisaris pada perusahaan-perusahaan BUMN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul nama-nama yang memiliki kedekatan dengan figur publik maupun pejabat negara. Misalnya, pengangkatan Barry Tamin sebagai Komisaris Independen di PT Sarinah yang diketahui merupakan adik ipar dari Raffi Ahmad, serta sorotan terhadap pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal sebagai asisten pribadi Raffi …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

x
x