Home » Headline » Pj Gubernur Harus Cepat dan Berani Mereformasi Birokrasi Di Pemprov DKI Jakarta

Pj Gubernur Harus Cepat dan Berani Mereformasi Birokrasi Di Pemprov DKI Jakarta

dito 09 Jan 2023 116

NasionalPos.com, Jakarta- Sejak dilantiknya Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI, banyak sekali persoalan yang harus dibenahi dan juga berbagai hal yang harus diselesaikan, salah satu diantara permasalahan di Pemprov DKI Jakarta yang harus dibenahi adalah persoalan penataan birokrasi, diantaranya ketika di era Gubernur Anies Baswedan dianggap strategis adalah soal keberadaan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), namun realitasnya TGUPP justru menjadi sorotan publik, pasalnya keberadaannya tidak memberikan manfaat apapun bagi penyelenggaraan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta.

Karena itu merupakan langkah baik dan juga berani bagi Pj Gubernur Provinsi DKI Jakarta, untuk meniadakan atau menghapus TGUPP, pasalnya TGUPP dinilai oleh banyak kalangan termasuk oleh DPRD DKI Jakarta sebagai Lembaga yang menghabiskan banyak anggaran, serta dianggap lebih berkuasa dari pejabat strukural atau satuan kerja perangkat daerah, demikian dikemukakan Amir Hamzah pengamat Perkotaan kepada pers, Senin, 9/1/2023 di Gedung DPRD DKI Jakarta,

Baca Juga :  Bupati Pati Sudewo Penuhi Panggilan KPK

Menurut Amir Hamzah, Langkah selanjutnya yang mesti dilakukan Penjabat Gubrrnur Heru Budi Hartono, selain membubarkan TGUPP, juga harus berani mereformasi birokrasi atau pejabat birokrat di lingkungan birokrasi, kebijakan tersebut sangat diperlukan karena banyak jabataan eselon II kosong, juga ada banyak pejabat “dikandangkan” gubernur sebelumnya, Anies Baswedan, yang dinilai tanpa alasan yang jelas, semisal, mereka yang ditempatkan di Asisten Deputi Gubernur. Pejabat ini sebelumnya ada yang Asisten Sekretaris Sekda (Sekda), ada yang kepala dinas dan ada pula yang kepala biro.

“Bahkan pejabat ini sekarang seperti tidak ada induknya. Sebagai Asisten Deputi Gubernur bertahun tahun tetapi tidak ada deputi sebagai induknya. Lantas sebagai Asisten Deputi Gubernur untuk apa bila deputinya tidak ada atau kosong.”tukas Amir Hamzah.

Baca Juga :  Di Upacara Peringatan HUT RI ke 77, Warga Berharap Indonesia Bisa Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat

Deputi Gubernur sudah kosong lama, tidak terisi, lanjut Amir, kecuali Deputi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan diisi Marullah Matali karena dicopot dari jabatan Sekda, selain itu, reformasi birokrasi atau pejabat perlu dilakukan karena banyak pejabat yang tidak sesuai kapasitasnya atau keahliannya dalam menempati jabatan tertentu, tambahan lagi, ada pejabat yang sebelumnya jadi bawahan sekarang menjadi atasan. Kondisi ini jelas tidak kondusif dan akan mengganggu kinerja karena bawahan adalah mantan atasannya.

“Hal-hal ini yang harus menjadi perhatian agar selaku penjabat baru, Heru tidak hanya mendapat dukungan politik dari DPRD DKI Jakarta tetapi juga dukungan penuh dari birokrasi. Dukungan kuat birokrasi sangat penting agar program pembangunan untuk masyarakat Jakarta berjalan baik”pungkas Amir Hamzah.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

x
x