Adhie Massardi Laporkan Ahok ke KPK

- Editor

Kamis, 6 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com, Jakarta – Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) yang beranggotakan Adhie Massardi dan Marwan Batubara melaporkan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ahok dilaporkan atas sejumlah kasus dugaan korupsi saat masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

“Sebagian dari kasus-kasus tersebut bahkan telah diselidiki KPK di bawah pimpinan sebelumnya, namun tidak jelas kelanjutannya,” ujar Adhie kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga :   Pantang Mundur Blokir Situs Judi Online, Menkominfo Bertekad Berantas Judi Online

Adhie membeberkan, sedikitnya ada tujuh kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ahok, yaitu RS Sumber Waras, lahan di Taman BMW, lahan Cengkareng Barat, dana CSR, reklamasi teluk Jakarta, dana non-budgeter dan penggusuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kasus korupsinya Ahok ini sudah di KPK, paling gampang. Kenapa paling gampang? Karena dari teman-teman di KPK tuh tinggal mengeluarkan dari freezer kemudian di taruh microwave 5-10 menit sudah bisa disantap. Jadi, sudah siap saji,” jelas Adhie.

Baca Juga :   Pengamat : Soal Kunker DPRD DKI Jakarta ke Luar Negeri, Jangan Plesiran Berkedok Kunker

Karena itu, Adhie berharap KPK di bawah komando Firli Bahuri dkk dapat menindaklanjuti laporannya. Sebab menurutnya, kasus-kasus tersebut didiamkan oleh pimpinan KPK sebelumnya.

“Kami berharap KPK pimpinan pak Firli ini bisa lebih jelas melakukan pemberantasan korupsi. Kami percaya kepada KPK pimpinan Pak Firli ini,” tandas Adhie. (*)

 

Loading

Berita Terkait

Diduga Ada Rekayasa Dalam Penanganan Kasus Vina, Negara Harus Hadir
Sebagai Pihak Terkait, Desta Tak Hadiri Sidang Perdana Dugaan Asusila Hasyim Asy’ari
SYL Bantah Terima Durian Seharga Puluhan Juta
Rumah Mantan Pejabat Kementan Digeledah KPK
Saka Tatal Akui Korban Salah Tangkap Kasus Vina
Bareskrim Mabes Polri Harus Ambil Alih Penanganan Kasus Vina
ARUN Sambangi LAPAS Kelas II Kotabaru Bangun Sinergitas
Pejabat Kementan Patungan Rp773 juta Bayarkan Perjalanan SYL ke Belgia

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:08 WIB

Diduga Ada Rekayasa Dalam Penanganan Kasus Vina, Negara Harus Hadir

Rabu, 22 Mei 2024 - 21:27 WIB

Sebagai Pihak Terkait, Desta Tak Hadiri Sidang Perdana Dugaan Asusila Hasyim Asy’ari

Senin, 20 Mei 2024 - 22:35 WIB

SYL Bantah Terima Durian Seharga Puluhan Juta

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:56 WIB

Rumah Mantan Pejabat Kementan Digeledah KPK

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:49 WIB

Saka Tatal Akui Korban Salah Tangkap Kasus Vina

Sabtu, 18 Mei 2024 - 22:11 WIB

Bareskrim Mabes Polri Harus Ambil Alih Penanganan Kasus Vina

Jumat, 17 Mei 2024 - 17:26 WIB

ARUN Sambangi LAPAS Kelas II Kotabaru Bangun Sinergitas

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:47 WIB

Pejabat Kementan Patungan Rp773 juta Bayarkan Perjalanan SYL ke Belgia

Berita Terbaru

Ekonomi

BNI Tawarkan Ragam Promo di BNI Java Jazz Festival 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:19 WIB